Senin, 05 April 2010

Bimbingan dan Konseling


A.Latar Belakang di Perlukannya bimbingan dan konseling
Karena dalam pengertian atau latar belakangnya memiliki beberapa faktor, seperti :
Filsafat, psikologis, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, demokratisi dalam pendidikan, serta perawasan perogram pendidikan. Itu semua memiliki masalah dalam bidangnya, karena itu di perlukannya lah bimbingan dan konseling untuk menyambungi kehidupan dan ilmu.

B.Latar Belakang di perlukannya layanan bimbingan dan konseling di sekolah
            Banyaknya dalam kehidupan ini yang membuat setiap orang untuk melakukan sesuatu yang tak sewajarnya karena mungkin adanya tekanan dalam lingkunga atau terkait dalam suatu masalah pribadi,tak jarang karena hal yang seperti itu mereka mengambil keputusan dengan jalan kiri. Karena itulah pendukung utama bagi terciptanya sasaran pembangunan manusia dengan memberikannnya fasilitas pendidikan yang terarah dengan mengenalkan dirinya pada dunia, yang memiliki banyak banyak mimpi dalam setiap detik dari sinilah kemampuan seperti perkembangan pribadi, sosial, kematangan intelektual dan sistem nilai sebagai penghantar para peserta didik agar mengenal indahnya dunia tanpa harus memakai jalan kiri.

C. Konsep Bimbingan
            Dalam bimbingan ini kita harus lebih paham dulu pengertian, tujuan, fungsi, prinsip-prinsip. Agar kita bisa leluasa dalam mengaplikasi kan dalam konsep bimbingan ini, yang pertama tentang pengertian bimbingan , bimbingan pada dasarnya kunci dalam sebuah kehidupan dalam membantu mengoptimalkan individu.

            Hingga dalam pembimbingan ini muncul model bimbingan yang memiliki sifat edukatif, pengembangan dan outreach. Untuk memberikan sumbangsih dalam pencegahan yang akan di titik sentralkan dalam perkembangan hingga memiliki target dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada suatu individu.

            Bimbingan perkembangan di lingkungan pendidikan merupakan pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan agar mereka dapat memahami dirinya, lingkungan, dan tugas-tugasnya sehingga mereka sanggup mengarahkan dirinya, menyesuaikan diri, serta bertindak wajar sesuai dengan keadaan dan tuntutan lembaga pendidikan, keadaan keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja yang akan produktif, dapat menikmati kesejahteraan hidupnya, dan dapat memberi sumbangan yang berarti pada lembaga tempat mereka bekerja kelak, serta masyarakat pada umumnya. Pemberian bimbingan juga membantu mereka mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal.

            Bila telah tercapai mufakat dalam suatu perkembangan pendidikan maka konsep dalam pengertian bimbingan akan terjual Dalam lingkup tujuan yang mana tujuan bimbingan ini memberi kesan layanan bimbingan agar individu dapat :

1>    merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier, serta kehidupan pada msa yang akan datang,

2>    mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin,

3>    menyesuiakan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan kerjanya,

4>    dan mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, ataupun lingkungan kerja.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan memahami potensi, kekuatan, serta tugas-tugasnya yang ada di lingkunga hingga mengenal tujuan, rencana hidupnya dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri dalam mengelompokan kepentingannya, lembaga tempat kerja dan masyarakat hingga mampu mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilkinya secara tepat, teratur, dan optimal.

           Fungsi bimbingan itu sendiri minimalnya ada empat fungsi yaitu: fungsi pengembangan, penyaluran, adaptasi, dan penyesuaian. Terkait dengan fungsi itu sendiri bimbingan ini tahap awal dalam menentukan alur cerita kehidupan karena telah jelas terpapar dalam fungsi bimbingan yang merealisasikan makna kinerja hak individu dalam menata dirinya, lembaga kerja serta lingkungannya ada pun dengan prinsip-prinsip bimbingan hanya sebagai penekanan kepada pembimbing agar tidak terlalu monoton dalam bertindak dan mengambil norma-norma dalam bimbingan hingga tersusun rapih dalam menangani peserta didik, oleh karena itu bimbingan ini pun harus memiliki tim pembimbing agar suatu permasalahan yang terlalu sukar dapat tertangani oleh ahlinya dan dapat menyelesaikan dengan cukup baik.

D. Konsep konseling

            Bedahalnya dengan konseling yang mana konseling ini adalah upaya penanganan individu dalam membantu proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menetukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya, oleh karena itu konsep konseling ini merupakan salah satu bentuk hubungan yang bersifat membantu dalam pengenalan jati dirinya,

            Banyak dari pakar yang mendefinisikan tentang konsep konseling ini dan   menghsilkan berbagai aliran dan teori yang kemudian di kelompokan ke dalam beberapa model kategori pula hingga para ahli juga ada yang mengklafisikan konseling berdasarkan fungsinya, tak lepas dari mendefinisikan konseling ini pun muncul dan memiliki tujuan konseling itu sendiri, tujuan-tujuan konseling yang di kemukakan oleh Shertzer dan stone(1980: 82-88) bahwa yang menjadi tujuan konseling pada umumnya dan di sekolah pada khusunya adalah mengadakan perubahan prilaku, memelihara dan mencapai kesehatan mental yang positif, penyelesaian masalah, mencapai keefektivan pribadi, dan mendorong individu mampu mengambil keputusan yang penting bagi dirnya.

            Telah jelas yang dipaparkan oleh Shertzer dan stone dalam mengklasifikasi tujuan, jadi bila kita sebagai konselor tidak boleh ikut andil dalam menentukan suatu permasalah tapi kita di anjurkan agar bisa mendampingi dan memberi arahan agar klien dapat mengambil keutusan sendir dan menentukan aklanya kepada hal yang positif agar klien dapat mengambil suatu konsekwensi dalam setiap yang di putuskannya.

E. Ragam Bimbingan menurut Masalah

            Dalam aspek pengenalan kita terhadap bimbingan dan konseling kita telah bisa merumuskan dalam hal pengertian dan tujuannya nah dari sini kita bisa langsung membuka tentang ragam bimbingan karna telah jelas apa yang dari awal kita definisikan dan kita kelompokan maka ada hal dalam bimbingan ini yang disinyalir kedalam masalah , masalah-masalah yang kita dapat dalam klein yaitu dalam :

1>    Bimbingan Akademik

2>    Bimbingan Sosial Pribadi

3>    Bimbingan Karier

4>    Bimbingan Keluarga

Pengertian-pengertian dalam bimbingan tersebut yaitu :

>Bimbingan Akademik adalah bimbingan yang di tunjukan langsung pada akademisi agar para individu bisa memecahkan dalam masalah akademik yaitu pengenalan terhadap kurikulum, pemilihan jurusan, cara belajar, penyelesaian tugas-tugas dan latihan, pencarian serta penggunaan sumber belajar, perencanaan pendidikan lanjutan, dan lain-lain. Hingga klein ini bisa kondusif dalam memecahkan masalah-masalah akademik

>Bimbingan Sosial Pribadi ini tergolong dalam masalah-masalah social-pribadi yaitu masalah hubungan dengan sesama teman, dosen, serta staf. Bimbingan ini di arahkan untuk memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan individu dalam menangani masalah-masalah dirinya. Agar tercapainya lingkungan yang kondusif, dan harmonis.

>Bimbingan Karier merupakan bimbingan untuk membantu individu dalam menyelesaikan masalah di bidang kesuksesannnya dalam hal jabatan dan tugas-tugas keja. Agar terbiasanya perencanaan, penyesuaian dan pemecahan masalahan di karier yang di hadapi. Bimbingan karier ini merupakan upaya bantuan terhadap individu agara dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, dan mengembangkan masa depannnya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut dengan layanan bimbingan karier, individu mampu menen tukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang di ambilnya sehingga mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.

>Bimbingan keluarga adalah upaya pemberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin/anggota keluarga agar mereka mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis, memperdayakan diri secara produktif, dapat menciptakan dan menyesuaikan diri dengan norma keluarga, serta berperan/berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia. Bimbingan keluarga juga membantu individu yang akan berkeluarga memahami tugas dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga sehingga individu siap menghadapi kelurga dengan berbagai strategi dan teknik berkelurga yang sukses, harmonis, dan bahgia.

F. Ragam Layanan Bimbingan

            Ragam layanan pun memiliki empat yang di kelompokan yaitu : (1) layanan dasar bimbingan, (2) layanan responsife, (3) layanan perencanaan individual, dan (4) dukungan system. Dalam hal ini semua mengaju kepada bimbingan dan konseling itu, maksudnya semua ragam layanan ini menjadikan pengertian dan tujuan bimbingan dan konseling hingga bisa disebut satu bahasan yang berbeda.

G. Ragam Pendekatan Bimbingan

            Memiliki ke khasan tersendiri yaitu dalam mengintai hati seseorang atau penerawangan ke dalam bawah sadar manusia, karena ragam pendekatan bimbingan ini memiliki empat pendekatan, 1> pendekatan krisis, 2>pendekatan remedial, 3> pendekatan preventif, 4> pendekatan perkembangan. Yang mana semua pendekatan ini agar klien bisa bicara secara tenang dalam menyampaikannya dan bisa lelusa mengatakan yang bisa disebut pribadi pada masalahnya.

H. Ragam Teknik Bimbingan

Ada beberapa macam teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan individu, yaitu konseling, nasihat, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mengajar bernuansa bimbingan. Agar bila ada suatu kasus bisa perlahan dalam mengatur dan memberikan konsel, maka bila kita perhatikan dalam pengelompokan ragam teknik bimbingan ini seperti dengan pemecahan susunan kasus yang terkecil sampai yang tersukar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar